Suatu
ketika di suatu tempat, saya dan teman saya asik mengobrol membicarakan topik
yang sedang menggebu-gebu di kalangan remaja saat ini yakni galau. Awalnya
teman saya menceritakan apa yang dialaminya akhir-akhir ini tentang hubungannya
dan masa lalunya. Eitss.. tahan dulu rasa penasaran kalian..
Kemudian
setelah beberapa lama membicarakan hal tersebut, topik yang kami bicarakan
semakin menggeser membahas hal yang mungkin diantara kita merasa sensitif jika
ditanyakan, yakni agama.
Nah
temen-temen, yang akan saya share disini bukanlah tentang hubungan teman saya
dan masa lalunya, tetapi hal yang kedua, berkaitan dengan pengalaman beragama.
Guys..
pasti masing-masing kita menganut agama menurut iman dan kepercayaan. Kita
hidup di dunia ini diberi kesempatan untuk bebas memilih agama apa yang ingin
kita anut. Entah itu diturunkan dari orangtua kita atau kita sendiri memilih
jalan hidupnya masing-masing.
Sebenarnya
semua agama itu sama saja, tetapi yang membedakan adalah cara kita untuk
menyampaikan dan mempertanggungjawabkan iman kita sendiri. Nama agama hanyalah
sarana agar kita dekat dengan Tuhan. Karena menurut saya dengan agama yang saya
anut yaitu katolik, yang saya percaya adalah Tuhan Yesus Kristus. Seperti
halnya dengan agama Kristen bahwa yang mereka percayai adalah Tuhan Yesus Kristus,
tetapi cara menyembahnya yang berbeda. Seperti yang kita tahu kalau agama
katolik di setiap minggu nya merayakan misa ekaristi (dimana setiap ekaristi
kita menerima tubuh Kristus) sedangkan di gereja Kristen melakukan ibadah
(hanya 1 bulan sekali menerima tubuh Kristus). Ada titik dimana menjadi
pertanyaan, yakni bagaimana jika seorang katolik tetapi melakukan penyembahan
layaknya umat kristen, ataupun sebaliknya ? Saya kira tidak masalah, karena
orang kristen dan katolik menyembah Tuhan yang sama yakni Tuhan Yesus Kristus.
Status agama janganlah menjadikan kita terombang-ambing di dalam hidup kita tetapi
belajarlah bagaimana kita mempertanggungjawabkan iman kita di dalam kehidupan
kita sendiri, serta menjadikan kerajaan Allah sebagai tujuan hidup kita. Karena
Tuhan dapat memakai setiap pribadi agar kita dapat mendekatkan diri kepada
Tuhan. Jangan karena nama “agama”, kita membatasi hubungan diri kita sendiri
dengan Tuhan Dan yang terpenting adalah
kita menjalankan iman kita sesuai dan seturut kehendak Allah, bukan karena
status maupun paksaan oranglain.
Saya diingatkan kembali
dengan ayat Matius 6 : 1
“Ingatah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga”
“Ingatah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga”
Jadilah kerajaan Allah sebagai tujuan utama kita. Dengan hati yang tulus, bukan
untuk kesombongan belaka, dan agar dihormati oleh lingkungan sekitar kita. Tuhan memberkati (Lim Jessica)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusOhh jadi begitu yaa, ternyata cuman perbedaan cara penyampaianya aja. Thankyou ya min
BalasHapusBetul kadang perbedaan agama membuat hubungan kita dengan orang lain jadi agak kurang. Bagus ini blog bisa untuk menguatkan iman. Next post banyakin tentang ayat-ayat buat di kehidupan ya min kalo bisa.. GBU
BalasHapussaya sangat setuju sekali dengan oendapat anda, bahwa sebenarnya, kembali ke tanggung jawab agama terdahap diri sendii, dan blog anda semoga menjadi "pencerahan" terhadap mereka yang masih belom menemukan tanggung jawab terhadap agama mereka pribadi, Tuhan Memberkati :)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSangat bagus.agama hanya menjadi sarana berkomunikasi kepada Allah. Karena Tuhan hanya ada satu.
BalasHapusArtikel ini bagus cuman mengapa tidak semua agama dibahas jadi bukan hanya katolik dan kristen yang di bedakan namun semuanya, jadi mereka bisa saling mengerti serta mengetahui perbedaanya dimana. Karena judulnya Perbedaan bukan untuk menjauhkan satu sama lain.
BalasHapusSetuju dengan pernyataan kalau agama adalah suatu media perantara kita dengan Tuhan.Apapun agama itu,selama kita punya iman yang tertuju pada Tuhan dan menjalankan tujuan dari agama itu sendiri,untuk saling mengasihi sesama kita
BalasHapusSaya sangat setuju sekali. Masyarakat sering salah mengatas namakan agama untuk hal hal yg tdk benar. Sehrsnya kita setiap individu harus mampu membangun solidaritas antar umat beragama. Karna agama hanya sbgai sarana kita untuk menyembah Tuhan. Gbu
BalasHapusSaya sangat setuju sekali. Masyarakat sering salah mengatas namakan agama untuk hal hal yg tdk benar. Sehrsnya kita setiap individu harus mampu membangun solidaritas antar umat beragama. Karna agama hanya sbgai sarana kita untuk menyembah Tuhan. Gbu
BalasHapusArtikel yang bagus untuk renungan. Tepat dalam cara penyampaiannya. Gbu :)
BalasHapusperbedaan memang seharusnya menjadikan manusia lebih dekat dan saling melengkapi, bukan saling bermusuhan. nice!
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMemang seharusnya perbedaan itu merupakan suatu pembelajaran buat kita semua umat manusia utk saling mengenal pribadi satu sama lain, bkn dipergunakan utk saling menjatuhkan. Makasih utk refrensinya, cara dlm penyampaiannta jg bagus. Gbu
BalasHapussaya sangat setuju dengan artikel ini .. artikelnya sangat menarik ^^
BalasHapusAritkel kakak sudah cukup baik dalam menggambarkan padangan kakak tentang perbedaan agama, tapi alangkah lebih baiknya jika artikel kakak di beri gambar ilustrasi seperti artikel-artikel kakak sebelumnnya sehingga lebih menarik untuk dibaca. Terus semangat dalam membuat artikel ya :)
BalasHapusSaya setuju dg artikel anda bahwa perbedaan itu bukan untuk menjauhkan satu sama lain. Thanks
BalasHapusvery nice :)
BalasHapusSaya setuju, Tuhan saya pun mengajarkan untuk seperti itu. Jadi menurut saya ini artikel yang bagus, terus menulis. GBU
BalasHapusartikelnya lumayan untuk menambah pengetahuan tentang agama, dan saya setuju bahwa agama itu tidak untuk saling jauh satu sama lain.
BalasHapusInsight yg bagus. Gbu
BalasHapusblognya bermanfaat banget buat kita semua . keren! <3
BalasHapusgood post.... semoga ini dapat menjadi pedoman bagi kita semua yaa... ku tnggu post mu selanjutnya GBU
BalasHapusmenambah wawasan... GBU
BalasHapussaya sangat setuju, perbedaan itu tidak harus saling bermusuhan. namun dengan perbedaan itu kita belajar tentang menghormati, menghargai bukan untuk saling menjahui :)
BalasHapusSuper sekali... perbedaan harusnya yg mnyatukan... bukan memisahkan... tetap berkarya....
BalasHapusGood point 😊
BalasHapusThank you buat artikel pengingatnya. Menyadarkan bahwa manusia di dunia ini kadang membatasi hubungannya dengan Tuhan hanya karena status agamanya. Marilah kita berpikir kritis dan sadar bahwa kita sangat membutuhkan Tuhan di hidup kita
BalasHapusThank you buat artikel pengingatnya. Menyadarkan bahwa manusia di dunia ini kadang membatasi hubungannya dengan Tuhan hanya karena status agamanya. Marilah kita berpikir kritis dan sadar bahwa kita sangat membutuhkan Tuhan di hidup kita
BalasHapusSaya sangat terkesan sekali dengan artikel andaa.. sangat memotivasi untuk hidup rukun dan damai dalam perbedaan yang ada...terutama di indonesia
BalasHapusSaya sangat terkesan sekali dengan artikel andaa.. sangat memotivasi untuk hidup rukun dan damai dalam perbedaan yang ada...terutama di indonesia
BalasHapus"Status agama janganlah menjadikan kita terombang-ambing di dalam hidup kita tetapi belajarlah bagaimana kita mempertanggungjawabkan iman kita di dalam kehidupan kita sendiri" good point :)
BalasHapusPerbedaan membuat kita semakin kuat untuk melengkapi satu sama lain..
BalasHapusBener banget.. Tuhan memang satu, masing2 pribadi yang berbeda..
BalasHapus100% agree
BalasHapussetujua dengan artikel ini. Perbedaan bukan menjadi suatu batasan bagi kita untuk saling tolong menolong antar umat beragama, justru perbedaan itu dapat menimbulkan suatu toleransi yang berguna bagi kehidupan umat beragama. Ciayooo.....
BalasHapusBagus perbedaan Agama bukan berarti harus saling jauh karna berbeda
BalasHapusBagus perbedaan Agama bukan berarti harus saling jauh karna berbeda
BalasHapusPerbedaan memang tdak menjauhkan kita...
BalasHapusYg menjauhkan kita adalah diri kita sendiri
Pikiran yg kotor dan hati yg tdk bersih...
Membuat setah senang dengan kita dan membuat kita jauh dengan yg lain
kalau misalkan Khatolik dan Kristen sama2 menyembah Tuhan Yesus Kristus, kenapa engga di jadikann 1 aja? agama di Indonesia kan rata2 di bedakan karena perbedaan "TUHAN" dalam agamanya masing2..
BalasHapus