Glitter Words

Rabu, 18 November 2015

Keteladanan Mgr. Puja Sumarta



Beberapa hari yang lalu, kita masyarakat Indonesia umumnya umat katolik, kehilangan salah satu putera terbaik yakni Uskup Agung Semarang, Mgr.Johannes Pujasumarta Pr. Mgr.Puja, wafat pada hari Selasa 10 November 2015 di RS Elisabeth Semarang pada pukul 23.30.  Beberapa dari mereka mencoba menghibur diri dengan mengatakan : ”Ini pasti yang terbaik bagi Mgr.Puja setelah sakit begitu berat, Tuhan telah menganggap cukup tugas Mgr. Puja di dunia ini dan sekarang saatnya memperoleh mahkota kemuliaan bersama Tuhan” namun tak bisa dipungkiri, semua tiba-tiba merasa sangat kehilangan sosok Mgr.Johannes Pujasumarta Pr.
Banyak perjalanan yang ia tempuh sehingga Mgr.Puja menjadi Uskup Agung di Semarang. Pada tahun 1973, Mgr. Puja masih seorang frater, belum ditahbiskan menjadi imam. Jabatannya juga tidak tinggi-tinggi amat. Beliau “cuma” menjabat sebagai Frater Sub-Pamong MP (Medan Pertama) yang dapat menjadi tokoh, panutan, simbol pemersatu,di Seminari Mertoyudan angkatan 1973. Terbukti Romo Puja memang memiliki kepribadian yang baik. Caranya bersikap dan bertutur kata, diiringi dengan kemurahan hati dan tertawanya yang lepas, menunjukkan sekali bahwa ia adalah pribadi yang “punya kelas”.
Kemudian Bapak Uskup Agung Semarang Kardinal Julius Darmaatmadja SJ waktu itu menugaskan Romo Puja mengambil studi Teologi Spiritualitas di Universitas Angelicum Roma, karena menilai Romo Puja memiliki kualitas rohani yang tinggi. Hidup doa dan hidup rohaninya benar-benar bermutu. Singkat cerita sebelum ia belajar di Universitas Angelicum Roma, Romo Puja mengikuti retret dimana saat ia retret ia cuma minum air putih saja sedangkan romo-romo sekarang jarang yang mau berpuasa dan matiraga seperti Romo Puja maka ada yang mengatakan bahwa suatu ketika nanti dia akan jadi Uskup. Ramalan Suster Marietta ini terbukti benar. Romo Pujasumarta memang kemudian terpilih menjadi Uskup, bahkan Uskup Agung.



Mendapat tahbisan episkopal dari tangan Kardinal Julius Darmaatmadja SJ untuk menjadi Uskup Diosis Bandung. (Ist)

Saat di Roma, Romo Pujasumarta sungguh menjadi sahabat yang sangat baik bagi rekan-rekannya. Kebutuhan sandang dan pangan rekan-rekannya bahkan sangat diperhatikannya,  diwarisi dan dicarikan baju-baju yang tebal-tebal, kalau musim dingin tiba.  Selain itu tidak segan-segan Romo Puja menunjukkan koleksi korespondensinya dengan kakak dan adik-adiknya yakni dokumentasi yang lengkap memaknai apa-apa saja peristiwa hidup sehari-hari dari kacamata iman serta menunjukkan betapa hebatnya hidup doa dan hidup beriman sebuah keluarga yang sungguh-sungguh konsekwen mengikuti Yesus itu.
Selama kurang lebih 20 tahun terakhir ini, umat Katolik khususnya orang muda Katolik, sangat mengenal Mgr. Pujasumarta sebagai “Uskup Gaul”, uskup yang tidak alergi dengan media sosial. Sebelum zaman Facebook, Mgr. Puja sudah aktif melanglang buana di dunia maya. Walau rajin berpuasa dan bermati raga, Mgr. Puja juga tidak menjauhi dunia. Diajak makan ibu-ibu di resto, tidak dianggap haram oleh Mgr. Puja. Walau sering memberi kesan “ngèli” (sengaja ikut arus) tetapi beliau tidak pernah “kèli” (terbawa arus).
Dimana pun beliau ditugaskan, termasuk ketika ditunjuk menjadi Uskup Bandung “cuma” selama 2 tahun pada tahun 2008 dan kembali “pulang kandang” ke Semarang pada tahun 2010, semua diterima dan dijalani dengan taat serta gembira.
Dimanapun Mgr. Puja bertugas, ia selalu menampilkan diri sebagai bapak dan gembala yang baik bagi domba-dombanya. Mgr. Puja tidak hanya menggembalakan dengan “kepala”, tetapi lebih nampak menggembalakan dengan “hati”. Ia menjadi gembala yang begitu dicintai, karena selama hidupnya ia menjadi pemberi yang tekun, setia dan tak pernah lelah.
Cara beliau menghadapi masalah umat, termasuk masalah yang menjadi pergumulan para calon imam dan rekan-rekan imamnya, sangat jelas menampilkan bahwa seorang imam Pujasumarta pertama-tama adalah “orang rohani”, rekan seperjalanan dalam berjuang menghidupi iman. Apa pun yang diberikan, senantiasa dipandang sebagai pelayanan. Apa pun yang ditugaskan, selalu dipandang sebagai pamong, sebagai “pengasuh” umat.
Semoga apapun yang ia lakukan selama ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua karena menurut saya alm. Mgr. Puja sudah menjadi gembala yang sungguh baik, karena sebagai imamNya dan UskupNya, beliau tahu menunjukkan domba-dombanya jalan yang benar, dengan cara yang benar, dengan jalan yang baik, dan dengan teladan hidup yang tak tercela.

17 komentar:

  1. Semoga apa yang Beliau lakukan di bumi ini dapat memberikan keteladanan positif bagi kita smua. GBU

    BalasHapus
  2. Mgr. Puja merupakan tokoh agama yang patut dicontoh, walaupun beliau merupakan tokoh agama tetapi beliau juga tidak menjauhi hal-hal duniawi, seperti menggunakan jejaring sosial untuk berkomunikasi dengan umat-umatnya.

    BalasHapus
  3. semoga artikel ini dapat menginspirasi kita semua untuk hidup dalam kesederhanaan beliau

    BalasHapus
  4. Our deep condolence for Catholic friends. Hope every moral value in his life can be our spirit to be a friendly and supported youths. Terus lanjutkan semangat beliau, Gbu

    BalasHapus
  5. Semoga romo Puja bahagia di sisi Bapa.. semoga karya dan pelayanannya dapat selalu ada dan mengalir di hati kita.. amin.. god bless

    BalasHapus
  6. deep condolence untuk Beliau dan juga semoga diberkati atas jasa-jasa dan ketekunannya untuk menjadi panutan yang baik untuk kita semua

    BalasHapus
  7. Semangat dari Mgr. Pujasumarta pantas untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.. Amin.

    BalasHapus
  8. Good article limjess,teruslah berkarya dan tuangkan inspirasi di blogmu. GBU

    BalasHapus
  9. Smoga jasa jasa dan keteladanan beliau bisa kita laksanakan di dalam kehidupan kita. GOOD ARIKEL

    BalasHapus
  10. Nice.. semoga keteladanan beliau dpt kita terapkan dlm kehidupan sehari2

    BalasHapus
  11. Semoga teladan" beliau bisa menginspirasi yang lain Dan bermanfaat

    BalasHapus
  12. Beliau contoh yg patut diteladani...walaupun saya beda agama , saya sangat salut

    BalasHapus
  13. semoga apa yg telag dilakukan beliau dapat menjadi teladan yg baik untuk kita

    BalasHapus