Glitter Words

Minggu, 25 Oktober 2015

Kebenaran di dalam Gereja Katolik

Gereja Katolik mempercayai bahwa kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik, karena Allah secara lengkap telah mewahyukan Diri-Nya dari Perjanjian Lama dan dipenuhi dalam diri Yesus, dan Yesus – yang sungguh Allah dan sungguh manusia, yang juga adalah Kepala Gereja – telah mendirikan Gereja dan memberikan kuasa kepada Gereja Katolik, yang adalah Tubuh Mistik Kristus. Kebanggaan dan tanggung jawab ini harus disertai dengan pembinaan umat Allah, sehingga mereka dapat dengan tekun dan setia menjalankan apa yang diajarkan oleh Kristus melalui Gereja. Dan Gereja akan semakin bersinar dengan orang-orang kudus yang hidup sepanjang sejarah Gereja. Orang akan semakin mengerti pengajaran Gereja Katolik, ketika seseorang melihat yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta, St. Maximilian Kolbe yang mengurbankan dirinya untuk keselamatan orang lain, St. Damien yang melayani orang-orang kusta sampai akhirnya dia sendiri meninggal karena penyakit ini. Sebaliknya, Gereja akan berduka jika anggotanya ada yang tidak menjalankan apa yang diajarkan. Kita dapat melihat bahwa dalam kehidupan banyak umat Katolik justru dapat menjadi batu sandungan. Contoh-contoh ini merupakan keprihatinan dari Gereja, yaitu ketika ada jurang antara iman dan kehidupan nyata sehari-hari atau dengan kata lain, ada orang yang percaya, namun tidak tercermin dalam tindakan sehari-hari.
Kehidupan beragama yang baik bukanlah berdasarkan toleransi yang semu, yang mempunyai tendensi untuk mengatakan bahwa semua agama sama saja. Gereja Katolik tetap menghormati agama-agama yang lain, mengakui adanya unsur-unsur kebenaran di dalam agama-agama yang lain, namun tanpa perlu mengaburkan apa yang dipercayainya, yaitu sebagai Tubuh Mistik Kristus, di mana Kristus sendiri adalah Kepala-Nya. Oleh karena itu, Gereja Katolik tetap melakukan evangelisasi, baik dengan pengajaran maupun karya-karya kasih. Dengan kata lain, Gereja terus mewartakan Kristus dengan kata-kata dan juga dengan perbuatan kasih. Konsili Vatikan II dalam dokumen Nostra Aetate menuliskan demikian:
Gereja Katolik tidak menolak apapun yang benar dan suci di dalam agama-agama ini. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang. Namun Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakan Kristus, yakni “jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6); dalam Dia manusia menemukan kepenuhan hidup keagamaan, dalam Dia pula Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Maka Gereja mendorong para puteranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup kristiani, mengakui, memelihara dan mengembangkan harta-kekayaan rohani dan moral serta nilai-nilai sosio-budaya, yang terdapat pada mereka.

Jadi, kehidupan beragama yang baik, hanya dapat terlaksana jika terjadi suasana dan lingkungan yang memberikan kebebasan beragama dan setiap umat dapat melaksanakan agama masing-masing dengan bijaksana. Pada saat yang bersamaan, maka umat Katolik juga harus tetap berakar pada doktrin yang kuat, serta bijaksana dalam proses evangelisasi, yakni dengan memberikan kesaksian akan Kristus dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dalam perjuangan untuk hidup kudus.

sumber : http://www.katolisitas.org/7253/definisi-agama-keprihatinan

29 komentar:

  1. semoga bisa diterapkan pada generasi masa sekarang ya, amin. GBU!!

    BalasHapus
  2. Ada baiknya kita umat manusia dapat menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Tuhan memberkati.

    BalasHapus
  3. Ada baiknya kita umat manusia dapat menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Tuhan memberkati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya.. tidak hanya sbg status agama saja, tetapi benar2 diwujudkan dan diterapkan dalam kehidupan. Tuhan memberkati

      Hapus
  4. Bagus banget kak artikelnya, semoga bisa jadi motivasi serta lebih memberikan pengetahuan ya... GBU :))

    BalasHapus
  5. Sebenernya mungkin ga sih buat masyarakat Indonesia saat ini, buat nerima segala perbedaan yang ada? Terutama ras dan agama.. Kayak yg udh kita tahu, bahkan sampe skg pun konflik suku atau konflik agama masih ada.. Kira-kira respon yang baik dan benar buat kondisi gimana tuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya mungkin. itu kembali pada kesadaran kita masing-masing umat beragama. kita tahu bahwa manusia hidup itu membutuhkan oranglain, jika mereka masih menganggap perbedaan hal yang dipermasalahkan maka perdamaian tidak akan terjadi. Maka yg dapat disimpulkan adalah kesadaran masing-masing individu yang mana mereka hidup butuh bantuan oranglain tidak hanya yg 1 agama saja, tetapi semua agama.

      Hapus
  6. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi generasi sekarang ya 😉

    BalasHapus
  7. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi generasi sekarang ya 😉

    BalasHapus
  8. Saya setuju dengan perihal di atas

    BalasHapus
  9. Semoga kita sebagai umat kristiani dapat mewartakan Kristus bukan cuma dengan kata-kata tetapi juga dengan perbuatan kasih yang nyata. Amin.

    BalasHapus
  10. Artikelnya sangat memotivasi :)
    Semoga bisa jadi inspirasi bagi orang banyak
    Gbuuu :D

    BalasHapus
  11. Sangat memberikan pengetahuan baru tentang Gereja Katolik. Semoga banyak orang yang melihat artikel ini dapat terbuka pemikiran mereka terhadap orang-orang kristiani. Dan artikel ini bagus, cari inspirasi yang lain agar pengetahuan anak muda sekarang bisa terbuka dan tidak selalu perpandangan buruk terhadap Gereja Katolik .

    BalasHapus
  12. Sangat memberikan pengetahuan baru tentang Gereja Katolik. Semoga banyak orang yang melihat artikel ini dapat terbuka pemikiran mereka terhadap orang-orang kristiani. Dan artikel ini bagus, cari inspirasi yang lain agar pengetahuan anak muda sekarang bisa terbuka dan tidak selalu perpandangan buruk terhadap Gereja Katolik .

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Jess! Tulisan yang menginspirasi.
    Terus Berkarya ya.
    God Bless You. :)

    BalasHapus
  15. Nice! artikel yang menginspirasi.Godbless ;)

    BalasHapus
  16. agree with this article. semoga dapat menginspirasi. god bless u :)

    BalasHapus
  17. Artikel yang membangun.Semoga semakin banyak orang terkusus anak muda yang menyadari akan pentingnya agamanya.Tuhan memberkati

    BalasHapus
  18. Semoga yang diharapkan dalam artikel bisa dimengerti bagi generasi kita saat ini dalam hal beragama yang toleran namun juga memegang erat iman dan kepercayaannya.

    BalasHapus
  19. Good article! Semoga dapat menjadi berkat. Amin

    BalasHapus
  20. Artikel yang menginspirasi, semoga bermanfaat

    BalasHapus
  21. Artikel yang menginspirasi, semoga bermanfaat

    BalasHapus
  22. Sudah selayaknya kita bertoleransi dengan semua orang dalam keadaan apapun. Good artikel

    BalasHapus
  23. Sudah selayaknya kita bertoleransi dengan semua orang dalam keadaan apapun. Good artikel

    BalasHapus
  24. Toleransi memang wajib dalam setiap agama dan itu harus dilaksanakan dengan ikhlas

    BalasHapus