Gereja Katolik mempercayai bahwa
kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik, karena Allah secara lengkap
telah mewahyukan Diri-Nya dari Perjanjian Lama dan dipenuhi dalam diri Yesus,
dan Yesus – yang sungguh Allah dan sungguh manusia, yang juga adalah Kepala
Gereja – telah mendirikan Gereja dan memberikan kuasa kepada Gereja Katolik,
yang adalah Tubuh Mistik Kristus. Kebanggaan dan tanggung jawab ini harus
disertai dengan pembinaan umat Allah, sehingga mereka dapat dengan tekun dan
setia menjalankan apa yang diajarkan oleh Kristus melalui Gereja. Dan Gereja
akan semakin bersinar dengan orang-orang kudus yang hidup sepanjang sejarah
Gereja. Orang akan semakin mengerti pengajaran Gereja Katolik, ketika seseorang
melihat yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta, St. Maximilian Kolbe yang
mengurbankan dirinya untuk keselamatan orang lain, St. Damien yang melayani
orang-orang kusta sampai akhirnya dia sendiri meninggal karena penyakit ini.
Sebaliknya, Gereja akan berduka jika anggotanya ada yang tidak menjalankan apa
yang diajarkan. Kita dapat melihat bahwa dalam kehidupan banyak umat Katolik
justru dapat menjadi batu sandungan. Contoh-contoh ini merupakan keprihatinan
dari Gereja, yaitu ketika ada jurang antara iman dan kehidupan nyata
sehari-hari atau dengan kata lain, ada orang yang percaya, namun tidak
tercermin dalam tindakan sehari-hari.
Kehidupan beragama yang baik bukanlah
berdasarkan toleransi yang semu, yang mempunyai tendensi untuk mengatakan bahwa
semua agama sama saja. Gereja Katolik tetap menghormati agama-agama yang lain,
mengakui adanya unsur-unsur kebenaran di dalam agama-agama yang lain, namun
tanpa perlu mengaburkan apa yang dipercayainya, yaitu sebagai Tubuh Mistik
Kristus, di mana Kristus sendiri adalah Kepala-Nya. Oleh karena itu, Gereja
Katolik tetap melakukan evangelisasi, baik dengan pengajaran maupun karya-karya
kasih. Dengan kata lain, Gereja terus mewartakan Kristus dengan kata-kata dan
juga dengan perbuatan kasih. Konsili Vatikan II dalam dokumen Nostra Aetate
menuliskan demikian:
Gereja Katolik tidak menolak apapun yang
benar dan suci di dalam agama-agama ini. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja
merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran,
yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya
sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi
semua orang. Namun Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakan
Kristus, yakni “jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6); dalam Dia manusia
menemukan kepenuhan hidup keagamaan, dalam Dia pula Allah mendamaikan segala
sesuatu dengan diri-Nya.
Maka Gereja mendorong para puteranya, supaya dengan bijaksana dan penuh
kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain,
sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup kristiani, mengakui,
memelihara dan mengembangkan harta-kekayaan rohani dan moral serta nilai-nilai
sosio-budaya, yang terdapat pada mereka.
Jadi, kehidupan beragama yang baik,
hanya dapat terlaksana jika terjadi suasana dan lingkungan yang memberikan
kebebasan beragama dan setiap umat dapat melaksanakan agama masing-masing
dengan bijaksana. Pada saat yang bersamaan, maka umat Katolik juga harus tetap
berakar pada doktrin yang kuat, serta bijaksana dalam proses evangelisasi, yakni dengan memberikan kesaksian akan
Kristus dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dalam perjuangan untuk hidup kudus.
sumber : http://www.katolisitas.org/7253/definisi-agama-keprihatinan

semoga bisa diterapkan pada generasi masa sekarang ya, amin. GBU!!
BalasHapusAda baiknya kita umat manusia dapat menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Tuhan memberkati.
BalasHapusAda baiknya kita umat manusia dapat menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Tuhan memberkati.
BalasHapusya.. tidak hanya sbg status agama saja, tetapi benar2 diwujudkan dan diterapkan dalam kehidupan. Tuhan memberkati
HapusBagus banget kak artikelnya, semoga bisa jadi motivasi serta lebih memberikan pengetahuan ya... GBU :))
BalasHapusSebenernya mungkin ga sih buat masyarakat Indonesia saat ini, buat nerima segala perbedaan yang ada? Terutama ras dan agama.. Kayak yg udh kita tahu, bahkan sampe skg pun konflik suku atau konflik agama masih ada.. Kira-kira respon yang baik dan benar buat kondisi gimana tuh?
BalasHapusmenurut saya mungkin. itu kembali pada kesadaran kita masing-masing umat beragama. kita tahu bahwa manusia hidup itu membutuhkan oranglain, jika mereka masih menganggap perbedaan hal yang dipermasalahkan maka perdamaian tidak akan terjadi. Maka yg dapat disimpulkan adalah kesadaran masing-masing individu yang mana mereka hidup butuh bantuan oranglain tidak hanya yg 1 agama saja, tetapi semua agama.
HapusSemoga bisa menjadi inspirasi bagi generasi sekarang ya 😉
BalasHapusSemoga bisa menjadi inspirasi bagi generasi sekarang ya 😉
BalasHapusSaya setuju dengan perihal di atas
BalasHapusSemoga kita sebagai umat kristiani dapat mewartakan Kristus bukan cuma dengan kata-kata tetapi juga dengan perbuatan kasih yang nyata. Amin.
BalasHapusArtikelnya sangat memotivasi :)
BalasHapusSemoga bisa jadi inspirasi bagi orang banyak
Gbuuu :D
Sangat memberikan pengetahuan baru tentang Gereja Katolik. Semoga banyak orang yang melihat artikel ini dapat terbuka pemikiran mereka terhadap orang-orang kristiani. Dan artikel ini bagus, cari inspirasi yang lain agar pengetahuan anak muda sekarang bisa terbuka dan tidak selalu perpandangan buruk terhadap Gereja Katolik .
BalasHapusSangat memberikan pengetahuan baru tentang Gereja Katolik. Semoga banyak orang yang melihat artikel ini dapat terbuka pemikiran mereka terhadap orang-orang kristiani. Dan artikel ini bagus, cari inspirasi yang lain agar pengetahuan anak muda sekarang bisa terbuka dan tidak selalu perpandangan buruk terhadap Gereja Katolik .
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusJess! Tulisan yang menginspirasi.
BalasHapusTerus Berkarya ya.
God Bless You. :)
Nice! artikel yang menginspirasi.Godbless ;)
BalasHapusagree with this article. semoga dapat menginspirasi. god bless u :)
BalasHapusArtikel yang membangun.Semoga semakin banyak orang terkusus anak muda yang menyadari akan pentingnya agamanya.Tuhan memberkati
BalasHapusnice article :)
BalasHapusGood! GBU :)
BalasHapusGood! GBU :)
BalasHapusSemoga yang diharapkan dalam artikel bisa dimengerti bagi generasi kita saat ini dalam hal beragama yang toleran namun juga memegang erat iman dan kepercayaannya.
BalasHapusGood article! Semoga dapat menjadi berkat. Amin
BalasHapusArtikel yang menginspirasi, semoga bermanfaat
BalasHapusArtikel yang menginspirasi, semoga bermanfaat
BalasHapusSudah selayaknya kita bertoleransi dengan semua orang dalam keadaan apapun. Good artikel
BalasHapusSudah selayaknya kita bertoleransi dengan semua orang dalam keadaan apapun. Good artikel
BalasHapusToleransi memang wajib dalam setiap agama dan itu harus dilaksanakan dengan ikhlas
BalasHapus