Glitter Words

Jumat, 23 Oktober 2015

Menjadi Katolik artinya menerima dengan iman, wahyu Tuhan dan undangan-Nya kepada persatuan dengan-Nya

Sebagai murid Kristus, kita tidak hanya mengikuti sebuah buku, tetapi Seorang Pribadi, yaitu Yesus Kristus. Itulah sebabnya kita disebut sebagai “Christ-ian” atau Kristiani/ Kristen. Pribadi yang kita ikuti dan kita jadikan pusat dalam hidup kita ini, adalah Pribadi yang mengasihi kita, yang menyatakan kasih-Nya itu dan mewahyukan Diri-Nya secara penuh kepada kita. Karena kasih-Nya yang sempurna inilah, Kristus ingin terus tinggal di tengah kita dan bersekutu/ bersatu dengan kita. Sebab kasih selalu menginginkan kebersamaan. Kristus menghendaki kebersamaan atau persekutuan antara kita dengan Dia, atas dasar kasih dan kebenaran, sebab Ia Allah yang adalah Sang Kasih (1 Yoh 4:8) dan Kebenaran (Yoh 14:6). Maka menjadi Katolik, pertama-tama adalah menanggapi dengan iman, pewahyuan Allah dan undangan-Nya kepada persatuan (komuni) dengan-Nya. Maka, menjadi Katolik adalah menjadi seorang Kristiani, titik. Sebab seorang Kristiani sudah seharusnya menerima segala yang diwahyukan Allah di dalam Kristus.


Iman yang dimaksud di sini, menurut Konsili Vatikan II, Katekismus, dan pengajaran Paus Yohanes Paulus II adalah iman yang terdiri dari dua unsur. Yang pertama adalah unsur pribadi, yaitu percaya kepada Allah, akan segala kasih dan kebijaksanaan-Nya, sehingga kita mau menyerahkan diri kita tanpa syarat kepada-Nya. Dengan kata lain, kita lebih percaya akan kebijaksanaan Allah daripada kebijaksanaan diri sendiri untuk menentukan kebahagiaan kita, dan kita lebih percaya akan kuasa rahmat-Nya daripada kekuatan sendiri untuk mencapainya. Yang kedua adalah unsur obyektif, yaitu kita percaya akan isi wahyu yang diberikan Tuhan, dan memegangnya sebagai sesuatu yang ilahi. Maka unsur pertama adalah percaya kepada Allah yang mewahyukan dan unsur kedua adalah percaya kepada apa yang diwahyukan-Nya. Dengan demikian, iman dapat digambarkan dengan perkataan ini: “Kalau Tuhan yang saya percayai sebagai Pribadi yang baik, penuh cinta kasih, dan bijaksana, telah mewahyukan sesuatu kepada saya, maka atas hormat dan kasih kepada-Nya, saya mau menerima apa yang diwahyukan-Nya itu.”

18 komentar:

  1. Sebagai umat katolik kita juga harus imbang dengan kehidupan kita sehari hari sikap dan tingkah laku kita

    BalasHapus
  2. Sebagai umat katolik kita juga harus imbang dengan kehidupan kita sehari hari sikap dan tingkah laku kita

    BalasHapus
  3. Saya setuju dengan blog ini , blog ini sangat menginspirasi

    BalasHapus
  4. Bermakna sekali blog ini , wah wah

    BalasHapus
  5. Lim jes dapet inspirasi dimana ?

    BalasHapus
  6. Saya setuju karena sebagai seorang Kristiani sudah seharusnya menerima segala yang diwahyukan Allah di dalam Kristus karena kasih-Nya yang sempurna. Tuhan memberkati

    BalasHapus
  7. semoga kita bisa menjadi seorang katolik yang sejati ya jes hehe GBU

    BalasHapus
  8. post anda sangat bagus dan menginspirasi. terus berkayarya. gbu;)

    BalasHapus
  9. Lanjutkan menulis artikel.. semoga orang2 dpt terinspirasi..

    BalasHapus
  10. Lanjutkan menulis artikel.. semoga orang2 dpt terinspirasi..

    BalasHapus
  11. Bagus, semoga artikel ini menginspirasi yang lain

    BalasHapus
  12. Bagus, semoga artikel ini menginspirasi yang lain

    BalasHapus
  13. Good ...bagus untuk menambah keimanan orang yg beragama

    BalasHapus