Glitter Words

Kamis, 05 November 2015

Mengasihi Sesama Sebagai Bukti Mengasihi Tuhan

Ketika kita mengaku bahwa kita mengasihi Tuhan, hal itu perlu kita buktikan dengan cara bagaimana kita dapat menyenangkan hati-Nya, seperti yang kita lakukan terhadap orang-orang yang kita kasihi. Salah satu contoh mengasihi adalah memberi, entah itu untuk orangtua, teman, saudara, ataupun orang lain yang lemah.
Suatu ketika, saya dan beberapa teman saya diminta untuk melakukan proyek kebaikan.  Dimana proyek kebaikan itu menunjukan hal mengasihi orang lain yang kurang mampu. Setelah berunding beberapa waktu, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan proyek ini dengan cara memberikan makanan berupa nasi bungkus dan segelas air mineral kepada orang-orang yang kurang mampu.
Awalnya kami merasa santai dan hampir tidak memaknai hal ini karena kami hanya berkata, “halah cuma tugas kok, beli makan itu hal yang mudah”. Tetapi tepat dimana hari itu kami melakukan proyek kebaikan, kami justru harus berjuang dan berusaha, karena diantara kami tidak ada yang dapat mengendarai kendaraan, dan itu mempersulit kami untuk berpergian membeli makanan maupun mendatangi orang-orang yang kurang  mampu, dan pada akhirnya kami menggunakan angkot untuk melakukan proyek tersebut.
Kemudian setelah kami sampai di tempat yang kami tuju, kami mencari orang-orang yang kurang mampu, dan ini menjadi tantangan kami selanjutnya karena tidak mudah untuk menemukan orang-orang yang kurang mampu di sekitar lokasi tersebut. Sampai akhirnya kami berjalan menyusuri sepanjang jalan dan menemukan tukang  becak, pemulung sampah, dan tukang parkir, segeralah kami memberikan makanan dan minuman tersebut kepada mereka dan tak segan-segan untuk mengajak ngobrol mereka.


Setelah proyek tersebut berakhir, kami mulai merasakan bahwa hal kecil yang kami lakukan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka. Terbukti pada saat mereka menerima makanan yang kami beri, mereka dengan cepat dan lahap memakannya, dari kejadian yang kami lihat, kami merasakan senang sekali, karena hal yang menurut kami sangat sederhana tetapi bagi mereka sangat berarti. Selain itu kami belajar untuk bersyukur atas apa yang dapat kami makan hari ini karena masih banyak orang di luar sana yang kurang beruntung dan kelaparan. Serta yang terpenting adalah belajar untuk memberi dengan hati yang tulus, tidak memandang sebelah mata, tidak mengharapkan imbalan, dan belajar mengasihi sesama tanpa memandang perbedaan agama yang mereka anut.  

Dalam menikmati hidup ini, tidak jarang kita mengabaikan sesama kita, karena yang menjadi fokus kita adalah “diri kita sendiri”. Saat kita benar-benar menghayati ajaran Kristus tentang kasih, kita selalu disadarkan bahwa kita tidak hidup sendiri di tengah dunia ini. Hidup ini terlalu indah untuk dinikmati sendiri. Kita ditantang untuk ‘mempraktekan dan mereflksikan’ ajaran Tuhan tentang kasih. Ajaran ini tidak sulit, hanya dibutuhkan kesediaan dari kita! Dan belajarlah dari Matius 22 : 29 “Itulah hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Lim Jessica)

27 komentar:

  1. Memang terkadang hal yang kita anggap sepele dimata kita ternyata membawa berkah bagi orang lain.. Dengan memberi makan kepada orang yang kurang mampu tersebut, secara tidak sadar diri kita sudah menjadi kepanjangan tangan dari Tuhan sebagai pribadi nyata kasih itu sendiri.. GBU

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah di ingingatkan bahwa di dunia ini kita tidaklah hidup sendiri. Kita hidup di sekitar banyak orang dan harus bisa menjadi dampak yang positif bagi mereka. Hal ini adalah wujud pertanggungjawaban iman kita. GBU

    BalasHapus
  3. Tulisan yg menginspirasi kita untuk lebih peduli pd org lain. Thanks

    BalasHapus
  4. Pengalaman yang cukup bagus.. mengingatkan bahwa saat kita berbuat kebaikan tidak hanya asal membri tapi juga harus ikhlass.. jd berbagi itu tidak ada ruginya dan menyenangkan

    BalasHapus
  5. Pengalaman yang cukup bagus.. mengingatkan bahwa saat kita berbuat kebaikan tidak hanya asal membri tapi juga harus ikhlass.. jd berbagi itu tidak ada ruginya dan menyenangkan

    BalasHapus
  6. Artikel yg bagus skli.. mngajarkan kita untuk terus berbagi dgn sesama :)

    BalasHapus
  7. Artikell baguss bangett. Menginspirasi kita untuk lebihh peduli kepada orangg lain

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Karena memang tidak ada salahnya untuk berbagi dan mengasihi sesama,apalagi yang membutuhkan. Bukan hanya sebagai berkat dan kepuasan untuk mereka,tapi juga bagi kita sendiri secara tidak langsung.

    BalasHapus
  10. sekecil apapun kasih yg kita berikan buat orang lain pasti akan sangat bermakna bagi orang lain. Kasih tak mengenal batas, siapapun berhak memberi dan mendapatkan kasih. Selagi masih bisa diberi kesempatan, berbagilah kasih pada setiap orang. Terima kasih jess atar sharing nya. Go bless

    BalasHapus
  11. Good article.. semoga dapat selalu diterapkan di lingkungan sekitar kita.

    BalasHapus
  12. Artikel yang menginspirasi dan mengajarkan kita...bagus !

    BalasHapus
  13. Artikel yang bagus dan menginspirasi kita !

    BalasHapus
  14. Suka banget sama cerita pengalaman yg ini :3
    Terus kembangkan kebaikannya yah, jgn hanya karna tugas, tapi lakukan terus disetiap harinya non :3

    BalasHapus
  15. Hal inilah yang sangat dibutuhkan di zaman seperti sekarang ini .. Memberi dengan kasih tanpa mengharapkan imbalan dari siapapun, tidak memandang sebelah mata orang yang dibawah kita namun menolong mereka bukan menindas mereka .. Semoga menjadi contoh yang luar biasa untuk kemuliaan Tuhan .. God Bless

    BalasHapus
  16. Tema dari artikel ini sangat menarik untuk saya, karena bicara tentang ajaran setiap agama yang ada di Indonesia, khususnya ajaran agama saya (Katholik) mengenai kasih. Sebagai manusia, sesama ciptaan Allah sudah kewajiban kita untuk berbagi. Terutama bagi kita yang sudah diberi berkat lebih, haruslah kita bersyukur dengan cara berbagi kepada sesama yang kurang mampu. Terimakasih sudah mengingatkan kembali :)

    BalasHapus
  17. Keren...menarik sekali artikelnya. Saya yang kadang masih labil tersentuh dengan adanya artikel ini. Semoga dapat menjadi berkat kita semua :)

    BalasHapus
  18. Keren...menarik sekali artikelnya. Saya yang kadang masih labil tersentuh dengan adanya artikel ini. Semoga dapat menjadi berkat kita semua :)

    BalasHapus
  19. Artikel yang menarik perhatian saya, kemanusiaan ditunjukan dengan tingkah lakunya. Iman tanpa perbuatan sama saja mati.

    BalasHapus
  20. Artikel yang menarik perhatian saya, kemanusiaan ditunjukan dengan tingkah lakunya. Iman tanpa perbuatan sama saja mati.

    BalasHapus
  21. Pengalaman yang dituangkan dalam bentuk artikel yang menarik, melihat foto-foto yang penuh dengan senyuman membuat hati terasa nyess ditambah refleksi cukup mendalam dari kakak yang menurut saya berkesan. Supaya lebih menarik, mungkin bila ada video footage dari proyek kakak bisa di masukan dalam artikel. Terus semangat dalam membuat artikel ya! :)

    BalasHapus
  22. Pengalaman yang menarik, bisa menjadi teladan.Sangatlah baik berbagi dengan sesama yang kurang beruntung karena dengan berbagi kita paling tidak memberikan mereka sedikit kebahagiaan. Well done :)

    BalasHapus
  23. semoga dapat diterapkan di kehidupan kita sehari-hari.. tidak hanya karena tugas tapi kita memiliki kesadaran untuk berbagi kepada orang lain. GB

    BalasHapus
  24. Good artikelll.. semoga org2 bnyak yg tergerak hatinya untuk berbagi dng org lain

    BalasHapus
  25. Saya setuju, mengasihi ciptaan Tuhan berarti juga mengasihi Tuhan

    BalasHapus
  26. Kasih memang hal yg harus kita berikan kepada makhluk ciptaan Tuhan
    Dengan itu Tuhan merasa hambanya mengasihinya...kita juga akan dapat kasihnya

    BalasHapus