Ketika kita mengaku bahwa kita
mengasihi Tuhan, hal itu perlu kita buktikan dengan cara bagaimana kita dapat
menyenangkan hati-Nya, seperti yang kita lakukan terhadap orang-orang yang kita
kasihi. Salah
satu contoh mengasihi adalah memberi, entah itu untuk orangtua, teman, saudara,
ataupun orang lain yang lemah.
Suatu
ketika, saya dan beberapa teman saya diminta untuk melakukan proyek
kebaikan. Dimana proyek kebaikan itu
menunjukan hal mengasihi orang lain yang kurang mampu. Setelah berunding
beberapa waktu, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan proyek ini dengan cara
memberikan makanan berupa nasi bungkus dan segelas air mineral kepada
orang-orang yang kurang mampu.
Awalnya
kami merasa santai dan hampir tidak memaknai hal ini karena kami hanya berkata,
“halah cuma tugas kok, beli makan itu hal yang mudah”. Tetapi tepat dimana hari
itu kami melakukan proyek kebaikan, kami justru harus berjuang dan berusaha,
karena diantara kami tidak ada yang dapat mengendarai kendaraan, dan itu
mempersulit kami untuk berpergian membeli makanan maupun mendatangi orang-orang
yang kurang mampu, dan pada akhirnya
kami menggunakan angkot untuk melakukan proyek tersebut.
Kemudian
setelah kami sampai di tempat yang kami tuju, kami mencari orang-orang yang
kurang mampu, dan ini menjadi tantangan kami selanjutnya karena tidak mudah
untuk menemukan orang-orang yang kurang mampu di sekitar lokasi tersebut.
Sampai akhirnya kami berjalan menyusuri sepanjang jalan dan menemukan
tukang becak, pemulung sampah, dan
tukang parkir, segeralah kami memberikan makanan dan minuman tersebut kepada
mereka dan tak segan-segan untuk mengajak ngobrol mereka.
Setelah
proyek tersebut berakhir, kami mulai merasakan bahwa hal kecil yang kami
lakukan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka. Terbukti pada saat mereka menerima
makanan yang kami beri, mereka dengan cepat dan lahap memakannya, dari kejadian
yang kami lihat, kami merasakan senang sekali, karena hal yang menurut kami
sangat sederhana tetapi bagi mereka sangat berarti. Selain itu kami belajar
untuk bersyukur atas
apa yang dapat kami makan hari ini karena masih banyak orang di luar sana
yang kurang beruntung dan kelaparan. Serta yang terpenting
adalah belajar untuk memberi dengan hati yang tulus, tidak memandang sebelah
mata, tidak mengharapkan imbalan, dan belajar mengasihi sesama tanpa memandang
perbedaan agama yang mereka anut.
Dalam menikmati hidup ini, tidak jarang kita mengabaikan sesama kita, karena
yang menjadi fokus kita adalah “diri kita sendiri”. Saat kita benar-benar
menghayati ajaran Kristus tentang kasih, kita selalu disadarkan bahwa kita
tidak hidup sendiri di tengah dunia ini. Hidup ini terlalu indah untuk
dinikmati sendiri. Kita ditantang untuk ‘mempraktekan dan mereflksikan’ ajaran
Tuhan tentang kasih. Ajaran ini tidak sulit, hanya dibutuhkan kesediaan dari
kita!
Dan belajarlah dari Matius 22 : 29 “Itulah hukum yang kedua, yang sama dengan
itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Lim Jessica)


Memang terkadang hal yang kita anggap sepele dimata kita ternyata membawa berkah bagi orang lain.. Dengan memberi makan kepada orang yang kurang mampu tersebut, secara tidak sadar diri kita sudah menjadi kepanjangan tangan dari Tuhan sebagai pribadi nyata kasih itu sendiri.. GBU
BalasHapusTerima kasih sudah di ingingatkan bahwa di dunia ini kita tidaklah hidup sendiri. Kita hidup di sekitar banyak orang dan harus bisa menjadi dampak yang positif bagi mereka. Hal ini adalah wujud pertanggungjawaban iman kita. GBU
BalasHapusTulisan yg menginspirasi kita untuk lebih peduli pd org lain. Thanks
BalasHapusPengalaman yang cukup bagus.. mengingatkan bahwa saat kita berbuat kebaikan tidak hanya asal membri tapi juga harus ikhlass.. jd berbagi itu tidak ada ruginya dan menyenangkan
BalasHapusPengalaman yang cukup bagus.. mengingatkan bahwa saat kita berbuat kebaikan tidak hanya asal membri tapi juga harus ikhlass.. jd berbagi itu tidak ada ruginya dan menyenangkan
BalasHapusArtikel yg bagus skli.. mngajarkan kita untuk terus berbagi dgn sesama :)
BalasHapusArtikell baguss bangett. Menginspirasi kita untuk lebihh peduli kepada orangg lain
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKarena memang tidak ada salahnya untuk berbagi dan mengasihi sesama,apalagi yang membutuhkan. Bukan hanya sebagai berkat dan kepuasan untuk mereka,tapi juga bagi kita sendiri secara tidak langsung.
BalasHapussekecil apapun kasih yg kita berikan buat orang lain pasti akan sangat bermakna bagi orang lain. Kasih tak mengenal batas, siapapun berhak memberi dan mendapatkan kasih. Selagi masih bisa diberi kesempatan, berbagilah kasih pada setiap orang. Terima kasih jess atar sharing nya. Go bless
BalasHapusGood article.. semoga dapat selalu diterapkan di lingkungan sekitar kita.
BalasHapusArtikel yang menginspirasi dan mengajarkan kita...bagus !
BalasHapusArtikel yang bagus dan menginspirasi kita !
BalasHapusgood article ! GBU
BalasHapusSuka banget sama cerita pengalaman yg ini :3
BalasHapusTerus kembangkan kebaikannya yah, jgn hanya karna tugas, tapi lakukan terus disetiap harinya non :3
Hal inilah yang sangat dibutuhkan di zaman seperti sekarang ini .. Memberi dengan kasih tanpa mengharapkan imbalan dari siapapun, tidak memandang sebelah mata orang yang dibawah kita namun menolong mereka bukan menindas mereka .. Semoga menjadi contoh yang luar biasa untuk kemuliaan Tuhan .. God Bless
BalasHapusTema dari artikel ini sangat menarik untuk saya, karena bicara tentang ajaran setiap agama yang ada di Indonesia, khususnya ajaran agama saya (Katholik) mengenai kasih. Sebagai manusia, sesama ciptaan Allah sudah kewajiban kita untuk berbagi. Terutama bagi kita yang sudah diberi berkat lebih, haruslah kita bersyukur dengan cara berbagi kepada sesama yang kurang mampu. Terimakasih sudah mengingatkan kembali :)
BalasHapusKeren...menarik sekali artikelnya. Saya yang kadang masih labil tersentuh dengan adanya artikel ini. Semoga dapat menjadi berkat kita semua :)
BalasHapusKeren...menarik sekali artikelnya. Saya yang kadang masih labil tersentuh dengan adanya artikel ini. Semoga dapat menjadi berkat kita semua :)
BalasHapusArtikel yang menarik perhatian saya, kemanusiaan ditunjukan dengan tingkah lakunya. Iman tanpa perbuatan sama saja mati.
BalasHapusArtikel yang menarik perhatian saya, kemanusiaan ditunjukan dengan tingkah lakunya. Iman tanpa perbuatan sama saja mati.
BalasHapusPengalaman yang dituangkan dalam bentuk artikel yang menarik, melihat foto-foto yang penuh dengan senyuman membuat hati terasa nyess ditambah refleksi cukup mendalam dari kakak yang menurut saya berkesan. Supaya lebih menarik, mungkin bila ada video footage dari proyek kakak bisa di masukan dalam artikel. Terus semangat dalam membuat artikel ya! :)
BalasHapusPengalaman yang menarik, bisa menjadi teladan.Sangatlah baik berbagi dengan sesama yang kurang beruntung karena dengan berbagi kita paling tidak memberikan mereka sedikit kebahagiaan. Well done :)
BalasHapussemoga dapat diterapkan di kehidupan kita sehari-hari.. tidak hanya karena tugas tapi kita memiliki kesadaran untuk berbagi kepada orang lain. GB
BalasHapusGood artikelll.. semoga org2 bnyak yg tergerak hatinya untuk berbagi dng org lain
BalasHapusSaya setuju, mengasihi ciptaan Tuhan berarti juga mengasihi Tuhan
BalasHapusKasih memang hal yg harus kita berikan kepada makhluk ciptaan Tuhan
BalasHapusDengan itu Tuhan merasa hambanya mengasihinya...kita juga akan dapat kasihnya